H Yovie M Santosa, S.H., M.Si.: Sikap Diam Merupakan Manifestasi Kematangan dan Integritas
JAKARTA, 3 APRIL 2026 – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Waketum DPN PERADI), H Yovie M Santosa, S.H., M.Si., menyampaikan pandangan filosofis terkait respon terhadap dinamika dan tantangan dalam kehidupan profesional maupun organisasi.
Dalam sebuah pernyataan yang sarat makna, ia menegaskan bahwa kedewasaan dan kematangan karakter seseorang seringkali terefleksikan melalui cara individu tersebut merespons berbagai situasi, khususnya ketika dihadapkan pada kritik, tuduhan, maupun upaya yang bertujuan untuk mendiskreditkan.
"Tidak segala hal memerlukan respons langsung. Tidak setiap kritikan atau hinaan layak mendapatkan panggung perhatian. Dalam perjalanan hidup dan karier, semakin tinggi posisi yang dicapai, semakin besar pula tantangan dan suara yang berusaha menjatuhkan. Namun, individu yang memiliki kekuatan karakter sejati tidak akan terfokus pada pembantahan, melainkan lebih mengutamakan pembuktian melalui karya dan kinerja," ujar Yovie.
DIAM BUKAN TANDA KEBATAN, MELAINKAN PILIHAN STRATEGIS
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa sikap tenang dan tidak merespons secara emosional bukanlah indikasi dari kelemahan atau ketidakmampuan untuk memberikan tanggapan, melainkan sebuah pilihan rasional untuk tidak memberikan ruang bagi hal-hal yang bersifat tidak substansial.
"Sikap diam yang saya pilih bukanlah karena ketidakmampuan untuk membalas, melainkan karena tidak segala hal pantas untuk diladeni. Biarlah waktu, konsistensi kerja, dan hasil nyata yang menjadi jawaban yang paling objektif," tambahnya.
INTEGRITAS ADALAH NILAI YANG ABADI
Menurutnya, prinsip integritas dan profesionalisme merupakan nilai fundamental yang jauh lebih tinggi dan abadi dibandingkan sekadar kemampuan retorika atau upaya merendahkan pihak lain.
"Pada akhirnya, mereka yang konsisten menjaga integritas tidak akan tergerus oleh mereka yang hanya pandai merendahkan. Tingkat kedewasaan dan intelektualitaslah yang menentukan bagaimana seseorang merespons setiap situasi," pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa dalam perjalanan profesi dan pengabdian, ketenangan, fokus pada pencapaian nyata, serta penjagaan martabat profesi merupakan fondasi utama untuk tetap berdiri kokoh di tengah berbagai dinamika yang terjadi.(red)