Di Bawah Kepemimpinan Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H., DPN PERADI Sukses Gelar PKPA Batch 1 Secara Daring Bersama Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular

Breaking news 13 Jun 2026 21:10 5 min read 87 views By DPN PERADI
Di Bawah Kepemimpinan Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H., DPN PERADI Sukses Gelar PKPA Batch 1 Secara Daring Bersama Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Inovasi Pendidikan Hukum: Jangkau Luas, Tetap Jaga Kualitas dan Standar Profesi Tinggi

JAKARTA, 13 JUNI 2026 – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI di bawah arahan Ketua Umum Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H., kembali mencatatkan capaian gemilang dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia penegak hukum. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan sistem pembelajaran modern, PERADI sukses menyelenggarakan Program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Batch 1 secara daring, bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular.

 

Kegiatan yang berlangsung sepenuhnya secara maya ini berjalan lancar, interaktif, dan penuh kedalaman materi. Penyelenggaraan secara daring ini menjadi bukti nyata adaptasi PERADI dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus membuktikan bahwa standar pendidikan tinggi dan pembentukan karakter advokat tetap dapat dilakukan dengan maksimal tanpa terhalang batasan jarak dan lokasi. Kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan terkemuka ini menjadi langkah krusial dalam menjembatani teori akademis dengan praktik hukum nyata bagi para calon advokat di seluruh Indonesia.

 

Dalam sambutan dan arahannya yang disampaikan melalui konferensi video, Dr. Imam Hidayat menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan PKPA daring ini adalah wujud komitmen PERADI sebagai organisasi profesi yang dinamis, modern, dan bertanggung jawab. Baginya, transformasi metode pembelajaran tidak boleh mengurangi mutu pendidikan, justru harus memperluas akses sekaligus memperkuat kompetensi, kemandirian, dan integritas moral setiap peserta.

 

Terobosan Metode: Pendidikan Berkualitas Tanpa Batas Ruang dan Waktu

 

Kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular dalam penyelenggaraan daring ini dinilai sangat tepat dan strategis. Institusi pendidikan yang memiliki reputasi unggul ini menggabungkan kurikulum standar nasional PERADI dengan sistem pembelajaran digital yang interaktif. Para peserta yang berasal dari berbagai wilayah dapat mengikuti setiap sesi materi, diskusi, dan simulasi secara langsung dan terjadwal melalui platform pembelajaran yang telah disiapkan.

 

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular menyambut baik inovasi ini dan memberikan apresiasi tinggi kepada kepemimpinan Dr. Imam Hidayat. Menurutnya, format daring membuka peluang lebih luas bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengikuti pendidikan profesi, tanpa harus meninggalkan tempat tinggal atau pekerjaan, namun tetap mendapatkan materi dan bimbingan setara dengan pembelajaran tatap muka.

 

"Kami sangat bangga dapat menjadi mitra strategis DPN PERADI di bawah pimpinan Bapak Dr. Imam Hidayat. Penyelenggaraan PKPA secara daring ini adalah langkah maju yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Ini adalah jembatan emas, di mana teknologi dimanfaatkan untuk mencetak advokat yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga siap menghadapi dinamika hukum, memahami kode etik, dan berani membela kebenaran di mana pun berada," ujar Dekan Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular dalam sambutannya.

 

Materi Komprehensif & Sistem Pengawasan Ketat: Jaminan Kualitas

 

Meskipun dilaksanakan secara jarak jauh, materi yang disajikan tetap komprehensif dan mendalam. Para peserta dibekali berbagai bahasan krusial, mulai dari Hukum Acara Perdata dan Pidana, Kode Etik dan Tanggung Jawab Profesi, hingga studi kasus serta strategi pembelaan di persidangan. Pemateri yang dihadirkan adalah para ahli hukum, akademisi, serta advokat senior dan berpengalaman yang tergabung dalam jajaran PERADI.

 

Yang menjadi sorotan utama, Dr. Imam Hidayat menegaskan bahwa sistem penilaian, ujian, dan kelulusan dilakukan dengan sangat ketat dan diawasi langsung. Berbagai teknologi pengamanan dan pemantauan diterapkan untuk memastikan integritas proses pendidikan tetap terjaga. Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa gelar advokat yang dipegang kelak adalah gelar yang bermutu, bermartabat, dan dihormati oleh masyarakat maupun penegak hukum lainnya.

 

"Di bawah kepemimpinan kami, standar kualitas tidak bisa ditawar. Meski daring, ketatnya aturan main dan kedalaman materinya tetap sama, bahkan lebih diperketat. Kami tidak ingin mencetak advokat dalam jumlah banyak namun lemah pemahaman maupun karakternya. PKPA ini adalah gerbang utama, dan kami pastikan siapa pun yang lulus dari sini telah memiliki bekal lengkap: kompetensi hukum, keberanian moral, dan hati nurani yang bersih," tegas Dr. Imam Hidayat saat memantau jalannya kegiatan.

 

Suksesnya Batch 1 Daring: Awal Transformasi Pendidikan Hukum

 

Rangkaian kegiatan PKPA Batch 1 yang diselenggarakan secara daring ini ditutup dengan hasil yang sangat memuaskan. Seluruh peserta tercatat aktif berpartisipasi, antusias dalam diskusi, dan mampu menyerap materi dengan sangat baik. Keberhasilan pelaksanaan ini sekaligus menjawab keraguan banyak pihak bahwa pendidikan profesi advokat yang serius tidak mungkin dilakukan lewat jaringan internet.

 

Menanggapi capaian ini, Dr. Imam Hidayat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, tim teknis, pemateri, pihak Universitas Mpu Tantular, serta para peserta yang telah berkomitmen mengikuti proses hingga selesai dengan kedisiplinan tinggi.

 

Ia menegaskan, ke depannya model pendidikan seperti ini akan terus disempurnakan dan diperluas jangkauannya. Inovasi menjadi kunci agar advokat-advokat baru lahir lebih siap, lebih adaptif, dan mampu menjawab tantangan hukum di era digital.

 

"Keberhasilan PKPA Batch 1 secara daring ini bukan sekadar acara rutin, melainkan bukti kemampuan kita beradaptasi dan berinovasi. Ini adalah awal dari langkah besar kami memperbarui wajah pendidikan profesi advokat Indonesia. Kami berjanji, DPN PERADI di bawah pimpinan kami akan terus menjadi rumah yang kuat, tempat advokat tumbuh, berkembang, dan dibela hak-hak profesinya. Tujuan kami satu: mencetak advokat masa depan yang menjadi garda terdepan penegakan hukum, keadilan, dan demokrasi di Indonesia," pungkas Dr. Imam Hidayat.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kepemimpinan yang visioner, sinergi antar-lembaga, dan pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas penegakan hukum Indonesia dapat terus berjalan maju tanpa henti.

 

(Tim Redaksi)

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp